Senin, 19 Desember 2011

MAKALAH SENI BUDAYA INSTRUMEN MUSIK




 ALAT dan INSTRUMEN MUSIK   

  Alat musik merupakan sebuah instrumen yang dibuat dan di modifikasi dengan tujuan menghasilkan musik yang indah. Pada intinya, segala sesuatu yang menghasilkan suara dan dengan cara tertentu dapat diatur, bisa disebut alat musik.
Alat musik berdasarkan sumber bunyinya :
·           Idiofon merupakan alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran tubuh bagian inti instrumen itu sendiri. cara memainkannya dipukul dengan alat pemukul.
Contohnya : kolintang, bonang, angklung, gong, kabasa dsb.
·           Kordofon adalah jenis instrumen musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai atau senior. Tubuh instrumen/resonator umumnya terbuat dari kayu.
Contohnya : gitar, bass, biola, sitar, piano, dan kecapi.
·           Aerofon adalah jenis instrumen musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran udara dalam tabung. Cara memainkannya adalah ditiup.
Contohnya : terompet, mus, harmonika, sexofone, trombone, dsb.
·           Membranofon adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari selaput atau membran yang terdapat pada instrumen. Cara memainkannya dipukul dengan jari tangan atau alat pemukul.
Contohnya : kendang, tifa, rebana, drum, tom-tom, dsb.
·           Elektrofon adalah jenis instrumen musik yang sumber bunyinya  berasal dari sinyal hasil osilasi (getaran) sirkuit elektronik.
Contohnya : organ dan elektron.

Kali ini kelompok kami akan membahas tiga jenis alat instrumen musik sesuai dengan perintah dari guru kami.


IDIOFON
·     Kolintang
Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).
Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: "Mari kita ber Tong Ting Tang" dengan ungkapan "Maimo Kumolintang" dan dari kebiasaan itulah muncul nama "KOLINTANG” untuk alat yang digunakan bermain. Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama ± 100th.
Setiap alat memiliki nama yang lazim dikenal. Nama atau istilah peralatan Musik kolintang selain menggunakan bahasa tersebut diatas juga memiliki nama dengan menggunakan bahasa Minahasa, dan untuk disebut lengkap alat alat tersebut berjumlah 9 buah. Tetapi untuk kalangan professional, cukup 6 buah alat sudah dapat memainkan secara lengkap.
Susunan lengkap (9 pemain) : Melody - Depan tengah Bass - Belakang kiri Cello - Belakang kanan Alat yang lain tergantung lebar panggung (2 atau 3 baris) dengan memperhatikan fungsi alat (Tenor & Alto).
Nada-nada dasar dalam alat kolintang sebagai berikut:
C = 1 3 5 Cm = 1 2 5 D = 2 4 6 Dm = 2 4 6 E = 3 5 7 Em = 3 5 7 F = 4 6 1 Fm = 4 5 1 G = 5 7 2 Gm = 5 6 2 A = 6 1 3 Am = 6 1 3 B = 7 2 4 Bm = 7 2 4

·     Angklung
Angklung adalah mitologi dari Bahasa Bali, yaitu Ang yang berarti angka (berupa not) dan klung yang berarti rusak. Jadi, jika digabungkan angklung berarti angka yang rusak.
Dalam sejarah perkembangan musik Angklung, bentuknya yang sekarang merupakan adaptasi bentuk alat musik dari Filipina.
Perkembangan musik angklung pada mulanya yaitu berasal dari bambu wulung (wulung awi) yang dimainkan dengan cara dipukul-pukul. Permainan bambu tersebut bermula untuk menghormati binatang totem dan untuk menghormati dan menghargai pemberian hasil panen padi yang banyak dan baik dari Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi yang memberikan kesejahteraan.
Pada masa modern ini, perkembangan musik angklung mulai berubah. Itu berawal dari Daeng Sutisna yang berhasil mengubah tangga nada petatonis menjadi diatonis (do,re,mi,fa,sol,la,si,do) pada tahun 1983. Dan perkembangan itu pun terjadi, misalnya pada KTT Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat. Musik Angklung modern dimainkan untuk acara resmi dalam Indonesia Ultimate Diversity tersebut, yaitu dalam lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu daerah yang terkenal seperti Rasa Sayange, Ayo Mama, Burung Kakak Tua dan Bebek Angsa.Angklung yang terbuat dari bambu hitam (wulung) tersebut merupakan angklung bertangga nada diatonis yang dapat memainkan melodi lagu-lagu tradisional maupun modern, serta dapat mengiringi melodi-melodi lagu tersebut.
·     Gong

Gong merupakan sebuah alat musik pukul yang terkenal di Asia Tenggara dan Asia Timur. Gong ini digunakan untuk alat Musik Tradisional.  Saat ini tidak banyak lagi perajin gong seperti ini.
Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya. Nada gong baru terbentuk setelah dibilas dan dibersihkan. Apabila nadanya masih belum sesuai, gong dikerok sehingga lapisan perunggunya menjadi lebih tipis. Di Korea Selatan disebut juga Kkwaenggwari. Tetapi kkwaenggwari yang terbuat dari logam berwarna kuningan ini dimainkan dengan cara ditopang oleh kelima jari dan dimainkan dengan cara dipukul sebuah stik pendek. Cara memegang kkwaenggwari menggunakan lima jari ini ternyata memiliki kegunaan khusus, karena satu jari (telunjuk) bisa digunakan untuk meredam getaran gong dan mengurangi volume  suara denting yang dihasilkan.


·     Bonang
Bonang adalah alat musik yang digunakan dalam gamelan Jawa. bonang juga merupakan instrumen melodi terkemuka di Degung Gamelan Sunda. Ini adalah koleksi gong kecil (kadang-kadang disebut “ceret” atau “pot”) ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai kayu (rancak), baik satu atau dua baris lebar. Semua ceret memiliki bos pusat, tetapi di sekelilingnya yang bernada rendah memiliki kepala datar, sedangkan yang lebih tinggi memiliki melengkung satu. Masing-masing sesuai untuk lapangan tertentu dalam skala yang sesuai; sehingga ada yang berbeda untuk bonang pelog dan slendro. Mereka biasanya dipukul dengan tongkat berlapis (tabuh). Hal ini mirip dengan gong memeluk lain di gamelan itu, kethuk, kempyang, dan kenong.





Bonang dapat dibuat dari perunggu dipalsukan, dilas dan dingin-dipalu besi, atau kombinasi dari logam. Selain bentuk gong-berbentuk ceret, bonang ekonomis terbuat dari besi dipalu atau kuningan pelat dengan mengangkat bos sering ditemukan di desa gamelan, dalam gamelan Suriname-gaya, dan di beberapa gamelan Amerika. Bonang ini mirip dengan reong Bali.
Dalam gamelan Jawa Tengah ada tiga jenis bonang yang digunakan:
·       Panerus Bonang adalah yang tertinggi dari mereka, dan menggunakan ketel terkecil. Pada umumnya mencakup dua oktaf (kadang-kadang lebih dalam slendro pada instrumen Solo-gaya), seluas sekitar kisaran yang sama dengan saron dan peking gabungan. Ia memainkan irama tercepat bonang itu, saling layu dengan atau bermain di dua kali kecepatan dari bonang barung.
·       Barung Bonang adalah bernada satu oktaf di bawah bonang panerus, dan juga secara umum mencakup dua oktaf, kira-kira kelas yang sama dengan demung dan saron gabungan. Ini adalah salah satu instrumen yang paling penting dalam ansambel tersebut, karena banyak memberikan isyarat untuk pemain lain dalam gamelan.
·       Panembung Bonang adalah nada terendah. Hal ini lebih sering terjadi pada gamelan gaya Yogyakarta, seluas sekitar kisaran yang sama dengan slenthem dan demung gabungan. Ketika hadir dalam gamelan Solo-gaya, mungkin hanya memiliki satu baris dari enam (slendro) atau tujuh ceret terdengar dalam daftar yang sama seperti slenthem tersebut. Hal ini dicadangkan untuk repertoire yang paling keras, biasanya memainkan balungan lain dari itu.


·      http://2.bp.blogspot.com/_Y9KvyfS3z1k/RgiBAjJxG4I/AAAAAAAAAMU/PxqDyFiieqo/s400/Kenong_1.jpgKenong
Kenong adalah Gong berbentuk periuk besar yang berbusut di tengah-tengah diperbuat daripada perunggu. Diatur melintang di atas tali yang direntang pada para-para. Kenong merupakan versi besar daripada gong yang biasanya set-set kecil. Kenong yang kedapatan dalam Joget Gamelan adalah seakan dan tiruan dari Gamelan Jawa Tengah. Digunakan dalam joget gamelan Pahang, Trengganu dan gamelan Batu Pahat. Dipalu dengan pemalu berbalut dihujungnya. Dimainkan oleh seorang pemain.


KORDOFON
·     Rebab
·         http://1.bp.blogspot.com/_Y9KvyfS3z1k/RgiOPTJxG_I/AAAAAAAAANM/9gBNhscahnc/s400/Rebab_2.jpg

merupakan Alat Muzik bertali menggunakan penggesek dan mempunyai tiga utas tali daripada dawai logam. Lazimnya badan dibuat daripada kayu nangka dan berongga di bahagian dalam. Bentuk badannya lebar di bahagian atas dan liras sedikit ke bawah. Dadanya ditutup dengan kulit diperbuat daripada perut lembu yang dikeringkan. Busut kecil yang dibuat dari lilin lebah ditampal pada sebelah kiri dadanya dipanggil "susu". Disisi bahagian atas lehernya dipasang pemulas bagi melaras suaranya. Leher atau papan jari dipasang pada bahagian atas badannya. Pada bahagian atas kepalanya berukiran dan dipanggil `Pucuk Rebung'. Lehernya memanjang ke bawah menerusi badan dan hujungnya menjadi pancang dibahagian bawah di mana alat itu diletakkan berdiri bila ia dimainkan. Kayu kekuda titian tadi diletak pada tengah dadanya dan boleh diubah kedudukannya. Penggesek dibuat dari kayu dan melengkong sedikit. Tali penggesek ialah urat daripada selapuk balutan mayang kelapa dan kini digunakan tali tangsi.
Digunakan dalam muzik mengiringi Mak Yong, Peteri dan Selampit di Kelantan.
Rebab diletak berdiri didepan pemain yang duduk bersila dilantai. Rebab digesek dan sambil menggesek jari-jarinya mengawal ketegangan tali-tali penggesek. Jari-jari tangan sebelah lagi memetik atau menekan pada tali?tali di bahagian leher untuk mengeluarkan berbagai pic. Ketiga?tiga tali dilaras pada jeda perfect 4 th atau pada jeda perfect 4 th dan perfect 5 th.

·     Pipa
http://4.bp.blogspot.com/_Y9KvyfS3z1k/RghugDJxGSI/AAAAAAAAAG8/RXsdatmjLx8/s200/Pipa_1.jpgPipa adalah alat bertali mempunyai 4 tali logam. Badan dibuat dari kayu; dadanya bulat dan belakangnya cembong tetapi permukaan dadanya mendatar. Beberapa kekuda titian tali dari kayu dipasang pada papan jari seperti fret. Tali-tali diikat kepada hujung bahagian bawah badan dan pada 4 pemulas melaras disisi papan jari. Bahagian kepalanya berukir.

Pipa digunakan dalam orkestra untuk mengiringi opera Cina; juga sebagai alat solo atau mengiringi nyanyian. Cara bermain dengan memegang berdiri atas pahu pemain. Tali-tali dipetik dengan hujung-hujung jari dan kuku. Jari-jari tangan sebelah lagi diletak pada tali-tali antara fretnya untuk mengeluarkan berbagai pic bila tali-tali dipetik.




·     Gambus
http://4.bp.blogspot.com/_Y9KvyfS3z1k/Rghr2DJxGMI/AAAAAAAAAGM/hS3PdbVsjg4/s200/Gambus_1.jpgSejenis gitar bertali 6 dan membengkak di bahagian badannya hampir-hampir separuh bulat. Tali gitar diperbuat dari perut binatang atau loyang yang dipetik dengan kuku tenggiling. Badannya diukir dari sebatang kayu nangka yang berongga di dalamnya. Lehernya ditutup dengan sekeping kayu nipis dan permukaan badannya ditutup dengan kulit kambing atau kulit biawak. Gambus lazimnya dimainkan untuk hiburan persendirian, pemuzik gazal dan muziknya menyerupai tarian Melayu seperti joget dan zapin di Johor.
Dipetik bagaimana cara bermain guitar.

·     Biola
http://erabaru.net/images/stories/violin--10.jpgBiola termasuk salah satu jenis dari kelompok Violin, yang terdiri dari: biola kecil, biola menengah, biola besar dan biola bass, perbedaannya terletak pada ukurannya, namun cara berbunyi dan cara resonansinya sama. 
Biola dimainkan dengan cara digesek, pada umumnya disebut: alat musik gesek. Asal usul alat musik gesek termasuk cukup lama di dalam sejarah umat manusia, seiring dengan penyebaran kebudayaan dan perubahan sejarah, oleh karena itu di wilayah berbeda kemungkinan terdapat sebutan berbeda untuk satu alat musik yang sama, atau bisa saja sebuah sebutan yang sama tapi yang dimaksud alat musik berbeda, perlahan-lahan seiring dengan situasi endemiknya maka telah berkembang menjadi alat musik yang beraneka-ragam.


·     Cello
Violoncello, yang hampir selalu disingkat menjadi cello anggota dari keluarga biola. Orang yang memainkan cello disebut cellis. Cello adalah alat musik yang populer dalam banyak segi : sebagai instrumen tunggal, dalam musik kamar, dan juga sebagai fondasi dalam suara orkestra modern.
Cello adalah sebuah instrumen yang rumit yang terdiri atas banyak bagian. Meskipun pada umumnya dia dibuat dari kayu, beberapa bagiannya dapat dibuat dari baja atau logam-logamlainnya dan/atau bahan komposit. Dawai-dawai modern dibuat dari baja, nilon atau bahan-bahan inti sintetis lainnya, yang dilapisi dengan berbagai gulungan logam.
AEROFON

·     Harmonika
Harmonika adalah sebuah alat musik yang paling mudah dimainkan. Hanya tinggal meniup dan menghisapnya harmonika akan mengeluarkan suara yang cukup bagus. Harmonika berasal dari alat musik tradisionalChina yang bernama 'Sheng' yang telah digunakan kira-kira 5000 tahun yang lalu sejak kekaisaran Nyu-kwa.

Harmonika modern ditemukan pada tahun 1821 oleh Christian Friedrich Buschmann. Sebuah instrumen musik tiup sederhana yang terdiri dari plat-plat getar dari logam yang disusun secara horozontal dengandesain yang kurang baik dan hanya menyediakan nada tiup kromatis.
Desain awal dari Buschmann akhirnya banyak ditiru dan dimodifikasi menjadi lebih baik. Salah satu contohnya adalah harmonika buatan Richter yang merupakan desain awal dari sebuah harmonika modern. Pada tahun 1826 ia mengembangkan variasi harmonika dengan 10 lubang tetap dan 20 pelat getar dengan pemisahan fungsi pelat yang ditiup dan yang dihisap. Pada akhirnya, nada yang dibuat oleh Richter disebut sebagai nada diatonis dan merupakan nada standard harmonika.


·     Seruling
http://4.bp.blogspot.com/_Y9KvyfS3z1k/Rgh20DJxGlI/AAAAAAAAAJs/9x-Giw6yECM/s400/seruling_2.jpgAlat tiupan dibuat daripada buluh. Berbagai panjangnya dan berbagai pula jumlah lubang memetiknya.


Digunakan untuk memainkan muzik hiburan.

Ditiup pada pangkal. Seruling dipegang tegak pada mulut peniup. Bibir bawah diletak pada permukaan atas seruling dan angin ditiupkan melalui lubang kecil pada pangkal bahagian atas.


·     Nafiri
http://1.bp.blogspot.com/_Y9KvyfS3z1k/Rgh4cTJxGoI/AAAAAAAAAKE/CHxZ5dmeMiw/s400/Nafiri_1.jpgNafiri ialah sejenis alat tiupan horn yang diperbuat dari perak dan berukuran panjang 32 inci. Ia mengeluarkan bunyi yang sayup dan menggerunkan.

Dimainkan dalam muzik nobat dalam majlis hiburan kaum kerabat diRaja, mengiringi istiadat-istiadat istana, istiadat pertabalan, hari keputeraan Sultan, perkahwinan diRaja dan upacara sambutan diRaja.

Dipegang tegak pada bibir peniup. Bibir diletak pada mulut peniup alat tiupan itu dan dibuat getaran bila udara ditiupkan ke dalam alatan itu. Pic bertukar mengikut ketegangan bibir mulut pemain.
·     Sompoton
http://3.bp.blogspot.com/_Y9KvyfS3z1k/Rgh6RzJxGrI/AAAAAAAAAKs/Dzmvx7zgzU8/s400/Sompoton_1.jpgDiperbuat dari labu air yang telah dikeringkan. Lapan batang buluh kecil disusun dalam dua lapisan dan dimasukkan kebahagian buah labu tersebut dengan menebuk. Gam kelulut digunakan untuk melekatkan batang-batang buluh tersebut juga untuk menahan angin dari keluar melalui celah-celah buluh apabila tiupan dilakukan. Salah satu daripada buluh ini tidak berfungsi hanya untuk memperseimbangkan kedudukan bentuk alat tersebut. Beberapa kepingan kecil plat buluh diletakkan pada dasar tiap-tiap tepian buluh untuk menghasilkan bunyi mengikut kod muzik yang telah ditentukan.
Alat ini dimainkan oleh suku kaum Kadazan di Sabah dalam persembahan nyanyian dan tarian. Sompotan boleh dimainkan secara hiburan persendirian atau kumpulan untuk mengiringi tarian.
Pemain boleh meniup atau menyedut mulut labu dengan menutup dan membuka tiga daripada empat buluh terpendek pada hujungnya dengan tiga kecil pada dasar buluh terpendek serta hadapan dan belakang paip yang lebih panjang dengan jari tangan kiri. Ianya akan mengeluarkan nada yang bergetar dan menghasilkan satu bunyian harmoni yang merdu.

·     Saxophone
http://i45.tinypic.com/2aieslf.jpg Saxophone adalah alat musik yang masuk dalam kategori aerophone, single-reed woodwind instrument. Saat ini saxophone sangat popular digunakan dalam musik jazz, dan memiliki berbagai jenis dengan range yang berbeda-beda.
Saxophone berasal dari Belgia, dibuat oleh seorang pemain clarinet dan pembuat alat musik bernama Adolphe Sax pada awal tahun 1840. Tentang bagaimana munculnya ide pembuatan Saxophone sendiri tidak jelas, dan para ahli menyimpulkan bahwa salah satu kemungkinan adalah Saxophone lahir dari hasil eksperimen Sax dengan berbagai Clarinet, Adolphe Sax juga terkenal dengan desain ulang Bass Clarinet, dengan dua register instrument yang terpisah satu oktaf.
Walau menurut penelitian Saxophone lahir pada tahun 1841, namun lebih tepat jika tahun kelahirannya adalah pada saat Sax mempatenkan ciptaannya itu pada tahun 1846. hak paten Sax mencakupi 2 keluarga Saxophone yaitu keluarga orkestra (in C dan in F) dan keluarga band (in Bb dan in Eb).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar